Cerita Kelas #AkberSMG128

Saturday, January 28, 2017

Creating Content Soekirman On Webtoon 
Review ini ditulis oleh @0daat

Komik “Soekirman” adalah salah satu komik online “Webtoon” yang memiliki rating hingga 9, ini merupakan suatu pencapaian tersendiri bagi Mas Zainul Moza selaku pembuat gambar dan juga bagi pemilik ide  yang membangun ceritanya Mas Yoga Danu. Content Creator asal Semarang ini yang kini tengah merintis sebuah studio animasi “Red Sugar Studio” ini menjadi guru dalam Kelas #AkberSMG128. Mas Yoga Danu menceritakan proses membangun cerita/konten yang dia garap melalui komik “Soekirman”.

Mas Zainul Moza dan Mas Yoga Danu sedang berbagi cerita tentang komik online "Soekirman"
Berawal dari Line Sticker Contest, “Soekirman” si tukang parkir ini berhasil menembus Webtoon Official. Karakter ini diciptakan untuk menceritakan kehidupan sehari-hari tukang parkir di Indonesia yang umumnya mengenakan rompi berwarna oranye, memakai topi, dan memegang peluit. Ide awal merupakan hal yang penting, pada cerita inipun untuk mengenalkan sosok tukang parkir Indonesia sehingga diciptakan Soekirman yang begitu Indonesia.

Menurutnya, suatu cerita berangkat dari sebuah konflik dimana cara menciptakan konflik yaitu dengan menghadirkan karakter. Sebagaimana dijelaskan dalam deskripsi tokoh Soekirman di Webtoon, Soekirman merupakan seorang tukang parkir pemuda hits kekinian asal Semarang yang mengadu nasib di Jakarta. Pada waktu lebaran mencerikatan dirinya selama lebran di kampung halaman. Cerita ini dibangun dengan kreatif dan memanfaatkan momen-momen tertentu, selain itu tujuannya untuk mengnenalkan Kota Semarang dari Landmark hingga PSIS Semarang.


Sampai sini Mas Yoga tengah menekankan pentingnya ide awal serta bagaimana mencari dengan kreatif untuk suatu momen atau konflik untuk membangun cerita, bagaimana tujuan/arahan cerita akan dibawa. Lebih detailnya, mulai dari mana? Mas Yoga menjelaskan beberapa poin yang harus dilakukan secara bertahap.

Pertama, “Planning” atau rencana dimana suatu karakter akan dibuat seperti apa dari nama, bentuk, arah cerita akan dibawa kemana. Kedua, “Doing” yaitu mengeksekusi apa yang telah dirancang atau direncanakan di awal. Ketiga yaitu “Disipliln & Fokus” karena salah satu kunci agar karya tidak berjalan setengah-setengah yaitu dengan tetap disiplin untuk membuat apa yang dimulai tidak berhenti di jalan serta fokus pada karakter dengan arahana cerita yang dibangun. Keempat yaitu “Optimization” atau optimis akan apa yang dikerjakan akan menghasilkan sebuah karya. Bagi Mas Yoga Danu, apabila kita ingin disebut sebagai seorang kreator maka kita harus memiliki sebuah karya.

IP (Intellectual Property)
IP atau Intellectual Property IP adalah suatu hal yang mengarah pada hal-hal kreatif atas ide kita yang memiliki nilai dan IP memiliki suatu pengakuan. Menurut Mas Yoga dan rekannnya Bibil dan Triyadi, IP merupakan hal yang ada dalam diri kita atas hal apa saja yang kita ciptakan. IP disini merupakan suatu konten yang diciptakan. Menurutnya apa saja yang ada dalam diri kita atau ide kita dapat saja kita sebut IP kita.

Salah satu contoh IP Mature atau IP yang sudah sampai pada tahap matang adalah kartun Doraemon. Semuaorang sa gat familiar dengan tokoh satu karakter ini. IP Mature ini bahkan benda atau pernik yang terdapat gambar atau berbentuk doraemon dapat menghasilkan suatu profit tersendiri. Hal ini disebabkan karena Doraemon sudah menjadi suatu IP yang kuat, sistem berjalan, dan dapat diaplikasikan untuk hal-hal lain.

IP Mature ini merupakan buah dari suatu konten yang dibangun dengan kreatif, arahan yang jelas, dan disiplin. Setelah mencapai pada titik tertentu maka konten terebut sangat mungkin untuk memonitize atau menghasilkan profit tersendiri. Kanal yang dibutuhkan tentu tidak cukup bila hanya satu dari Webtoon saja misalnya, perlu untuk membuat turunan. Instagram atau media sosial yang lain, pernik seperti kaos, layaknya hal yang lain yang dapat memonitize dari apa yang diciptakan karena suatu sistem tersebut telah berjalan. Subscriber, rating, patchviewer, love, dll adalah yang dapat digunakan untuk memonitize atau menjual.

Di akhir Mas Yoga dan teman-temannya memberi tips untuk tetap berkarya dan bagaimana di balik proses pembuatan penting dari konten yaitu tentang kolaborasi. Jujur, memberi ruang untuk bertukar pikiran, dan menerima kesalahan rekan kerja merupakan hal yang sangat penting. “Susahnya kolaorasi mencari titik dan tetapi berbeda itu namanya kolaborasi!”, tutup Mas Yoga Danu.

You Might Also Like

0 komentar

About Us



Sugeng Rawuh

di laman Akademi Berbagi Semarang.


Kami adalah sebuah Gerakan Berbagi yang membuat kelas tatap muka untuk mempertemukan murid dengan guru secara rutin dan Gratis. Berbagi Bikin Happy!

Like us on Facebook

Follow Us On Twitter